Kanwil ditjenpas kepri (k/ft)
TANJUNGPINANG,Kepriekspres.com — Keluhan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terkait pengantaran pakaian ke Rutan Kelas I Tanjungpinang mendapat perhatian. Keluarga sebelumnya mengaku kecewa karena pakaian ganti yang hendak diberikan kepada WBP tidak dapat langsung diterima dan disebut harus mengikuti ketentuan pakaian yang berlaku di dalam Rutan.
Menanggapi persoalan tersebut, Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepulauan Riau memberikan klarifikasi sekaligus hak jawab.
Pakaian WBP Memang Ada Batasannya
Kanwil Ditjenpas Kepri menjelaskan bahwa setiap WBP memang memiliki batasan jumlah pakaian yang diperbolehkan berada di dalam Rutan.
Pembatasan tersebut merupakan bagian dari tata tertib dan pengawasan terhadap barang milik warga binaan. Karena itu, keluarga yang hendak mengantarkan pakaian perlu mengikuti ketentuan serta mekanisme yang telah ditetapkan pihak Rutan.
Dengan adanya batasan tersebut, tidak setiap pakaian yang dibawa keluarga dapat langsung dimasukkan apabila jumlah pakaian WBP yang bersangkutan telah memenuhi ketentuan.
Kebijakan ini juga bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, serta memudahkan pengawasan terhadap barang-barang yang berada di dalam kamar atau blok hunian.
Debit Air Menurun Akibat Kemarau
Sementara mengenai persoalan air, Kanwil Ditjenpas Kepri menyampaikan bahwa kondisi Rutan Kelas I Tanjungpinang saat ini turut menghadapi dampak musim kemarau.
Debit air mengalami penurunan sehingga ketersediaan air menjadi lebih terbatas dibandingkan kondisi normal.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola Rutan karena air merupakan kebutuhan utama bagi warga binaan maupun petugas, terutama untuk kebutuhan minum, mandi, mencuci dan sanitasi.
Pihak Kanwil menegaskan bahwa kondisi berkurangnya debit air tersebut berkaitan dengan faktor musim kemarau yang sedang terjadi.
Jangan Sampai Persoalan Air Menjadi Beban WBP
Meski demikian, kondisi kemarau tentu tidak menghilangkan kewajiban penyelenggara pemasyarakatan untuk memastikan kebutuhan dasar warga binaan tetap terpenuhi.
Air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ketika debit air berkurang, diperlukan langkah antisipasi dan solusi agar kebutuhan warga binaan tetap dapat terpenuhi secara layak.
Di sisi lain, masyarakat juga diketahui mengalami persoalan serupa akibat musim kemarau. Sejumlah wilayah di Tanjungpinang bahkan mendapatkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan air bukan hanya terjadi di lingkungan Rutan, namun merupakan dampak yang lebih luas akibat menurunnya ketersediaan air selama musim kemarau.
Transparansi Tetap Penting
Keluhan keluarga WBP terkait pakaian dan air bersih tetap menjadi masukan penting bagi penyelenggara layanan pemasyarakatan.
Penjelasan Kanwil Ditjenpas Kepri memberikan gambaran bahwa persoalan pakaian berkaitan dengan batasan jumlah pakaian setiap WBP, sementara persoalan air dipengaruhi oleh menurunnya debit air akibat musim kemarau.
Namun demikian, transparansi mengenai mekanisme pelayanan tetap penting agar keluarga WBP memahami aturan yang berlaku dan tidak terjadi kesalahpahaman ketika hendak memenuhi kebutuhan anggota keluarganya.
Pihak Rutan juga diharapkan dapat menyampaikan secara terbuka mekanisme penitipan pakaian, batas jumlah pakaian yang diperbolehkan, serta solusi yang disiapkan apabila terjadi kekurangan air akibat kondisi kemarau.
Dengan demikian, persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan pelayanan yang transparan tanpa menimbulkan keresahan di kalangan keluarga WBP.
(Suhaimi)
