Rutan kelas I Tanjungpinang (k/ft)
TANJUNGPINANG,Kepriekspres.com — Seorang keluarga warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang mengaku kecewa setelah pakaian ganti yang hendak diantarkan untuk anggota keluarganya tidak diperbolehkan masuk oleh petugas.
Menurut keterangan keluarga tersebut, petugas menyampaikan bahwa pakaian dari keluarga hanya dapat diberikan dengan mekanisme pakaian yang masuk harus ditukar dengan pakaian warga binaan yang berada di dalam Rutan.
Keluarga mempertanyakan alasan kebijakan tersebut, terlebih pakaian yang dibawa merupakan pakaian ganti untuk kebutuhan sehari-hari warga binaan.
“Kalau antar baju, harus barter masuk dan keluar baju napi,” demikian keterangan keluarga tersebut terkait penjelasan yang diterimanya dari petugas.
Keluarga juga mengaku mendengar alasan lain dari petugas terkait kebutuhan mencuci pakaian.
“Kalau antar baju kan perlu dicuci, sementara air kan beli,” demikian pernyataan petugas yang disampaikan kepada keluarga, menurut pengakuan pihak keluarga.
Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah keluarga warga binaan mengenai pengelolaan kebutuhan dasar di dalam Rutan, khususnya terkait ketersediaan dan pembiayaan air bersih.
Apalagi air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut kebersihan dan kesehatan warga binaan.
Minta Penjelasan Terbuka
Pihak Rutan Kelas I Tanjungpinang diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai standar dan prosedur penerimaan pakaian dari keluarga warga binaan.
Termasuk pakaian apakah benar terdapat ketentuan bahwa pakaian baru yang dibawa keluarga harus ditukar dengan pakaian lama warga binaan, serta apa dasar aturan dan pertimbangan kebijakan tersebut.
Publik juga layak mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pemenuhan kebutuhan air bersih di dalam Rutan, mulai dari sumber air, sistem pengadaan, hingga anggaran yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Terlebih, dokumen perencanaan dan anggaran pemerintah pada prinsipnya harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.
Hingga berita ini ditulis, keterangan resmi dari pihak Rutan Kelas I Tanjungpinang mengenai keluhan keluarga warga binaan tersebut masih diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh dan berimbang.
Kepriekspres.com akan terus mengawal persoalan ini dan membuka ruang bagi pihak Rutan Kelas I Tanjungpinang untuk memberikan klarifikasi maupun hak jawab.
(Suhaimi)
