Rutan Kelas IIA Batam Hasilkan 150 Kilogram Kangkung dan Sawi dari Pembinaan Warga Binaan(k/ft)
BATAM,Kepriekspres.com — Panen kembali dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam. Sebanyak 150 kilogram kangkung dan sawi berhasil dipanen dari hasil budidaya yang dilakukan melalui program pembinaan kemandirian Warga Binaan.
Panen tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan pembinaan di Rutan Batam tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, berproses, dan menghasilkan produk yang bermanfaat.
Kegiatan budidaya sayuran menjadi salah satu bentuk pembinaan produktif yang mendorong Warga Binaan untuk memiliki keterampilan di bidang pertanian. Mulai dari proses penanaman, perawatan hingga masa panen, seluruh tahapan menjadi pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.
Hasil panen berupa 150 kilogram kangkung dan sawi juga turut mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus menjadi bagian dari semangat mewujudkan ketahanan pangan melalui pemberdayaan Warga Binaan.
“Panen lagi, panen lagi. Bukan cuma soal hasil, tapi juga soal proses, belajar, dan terus berkarya,” menjadi gambaran semangat pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di Rutan Batam.
Melalui program tersebut, Rutan Batam terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata. Setiap kegiatan produktif diharapkan mampu membangun rasa tanggung jawab, kedisiplinan, keterampilan, serta kemandirian Warga Binaan.
Panen kangkung dan sawi ini sekaligus menunjukkan bahwa di balik keterbatasan, selalu ada kesempatan untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Dari proses tumbuh, lahir keterampilan. Dari keterampilan, tumbuh kemandirian.
(Red/Suhaimi)
