Ledakan Blasting PT BMS Diduga Rusak Rumah Warga Tanjung Tangkat (k/ft)
BINTAN,Kepriekspres.com – Warga Kampung Tanjung Tangkat, RT 06/RW 03, Desa Galang Batang, Kabupaten Bintan, dikejutkan suara ledakan kuat yang diduga berasal dari aktivitas blasting atau peledakan batu di kawasan PT BMS, Senin (10/8/2026) siang.
Ledakan yang dirasakan warga disebut menimbulkan getaran cukup kuat hingga permukiman yang berada sekitar 100 meter dari kawasan perusahaan ikut terdampak.
Sejumlah warga mengaku mengalami kerusakan pada rumah mereka setelah ledakan terjadi. Beberapa bagian dinding disebut mengalami retak, sementara sejumlah asbes dilaporkan pecah akibat kuatnya getaran.
Tak hanya kerusakan material, ledakan tersebut juga membuat warga panik. Suara yang menggelegar disertai getaran kuat membuat sejumlah anak ketakutan hingga menangis.
“Semua orang terkejut. Terlalu kuat ledakannya. Anak saya sampai memojok karena sangat takut. Kalau terus seperti ini, lama-lama bisa trauma,” ujar salah seorang ibu warga setempat.
Warga lainnya mengaku kepanikan terjadi karena jarak rumah dengan lokasi aktivitas perusahaan cukup dekat. Selain suara ledakan dan getaran, warga juga menyebut adanya debu tebal yang muncul setelah aktivitas tersebut.
“Aduh Pak, anak-anak semua berteriak. Saya sampai jantungan. Asbes rumah saya banyak yang pecah. Saya baru habis uang membeli Aquaproof,” keluh seorang warga.
Piring dan Gelas Berjatuhan
Menurut warga, aktivitas blasting bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Masyarakat mengaku sudah terbiasa dengan aktivitas peledakan batu, namun ledakan pada Senin siang dinilai memiliki kekuatan yang berbeda dari biasanya.
“Kalau blasting seperti biasa, kami masih maklum karena sudah terbiasa. Tapi kalau yang seperti hari ini memang macam petir. Getarannya terasa sekali,” ungkap warga lainnya.
Dampak getaran disebut tidak hanya dirasakan pada bangunan. Sejumlah perabot rumah tangga juga dilaporkan bergeser. Bahkan, piring dan gelas yang berada di rak disebut berjatuhan.
“Selama ini setiap pengeboman kuat, bola lampu kami sering putus. Piring dan gelas juga jatuh semua dari rak karena saking kuatnya ledakan,” ujarnya.
Warga Minta Aktivitas Blasting Diperiksa
Warga berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas blasting tersebut.
Pemeriksaan dinilai penting untuk memastikan kegiatan peledakan dilakukan sesuai prosedur, standar keselamatan, ketentuan teknis, serta memperhatikan keberadaan permukiman masyarakat di sekitar kawasan perusahaan.
Warga juga meminta kerusakan rumah dan fasilitas milik masyarakat didata secara menyeluruh. Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya keterkaitan antara aktivitas blasting dengan kerusakan bangunan, masyarakat berharap terdapat penyelesaian dan pertanggungjawaban sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepriekspres.com belum memperoleh keterangan resmi dari pihak PT BMS mengenai aktivitas blasting tersebut, termasuk jenis kegiatan yang dilakukan, prosedur keselamatan, jarak aman peledakan, serta penyebab kuatnya getaran yang dirasakan warga.
Kepriekspres.com juga mendorong instansi berwenang melakukan verifikasi langsung di lapangan agar penyebab kerusakan dan tingkat getaran dapat diketahui secara objektif, bukan hanya berdasarkan keterangan warga.
(Red)
