Hasil karya anak binaan (k/ft)
BATAM,Kepriekspres.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam menegaskan bahwa keberhasilan program pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak dapat dicapai hanya oleh petugas pemasyarakatan, melainkan membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak.
Kolaborasi antara Lapas Batam, masyarakat, instansi pemerintah, serta para pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam membantu WBP menjalani proses pembinaan hingga kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Kepala Lapas Batam, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa pembinaan yang diberikan bertujuan membentuk pribadi WBP agar menjadi individu yang lebih baik, mandiri, serta siap kembali menjalankan perannya di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
“Keberhasilan pembinaan bukan hanya menjadi tanggung jawab Lapas, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat. Kesempatan untuk memperbaiki diri harus diberikan agar para warga binaan dapat kembali menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat,” ujarnya.
Lapas Batam terus mengembangkan berbagai program pembinaan, baik di bidang kepribadian maupun kemandirian, sebagai bentuk implementasi sistem pemasyarakatan yang mengedepankan pembinaan dan pemulihan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan proses reintegrasi sosial bagi warga binaan dapat berjalan optimal sehingga mereka mampu kembali diterima dan berkontribusi positif di lingkungan masyarakat.
Lapas Batam juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada mantan warga binaan, melainkan bersama-sama membuka ruang dan kesempatan bagi mereka untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Dengan semangat pemasyarakatan yang humanis, Lapas Batam berkomitmen terus menghadirkan pembinaan yang berkualitas demi mewujudkan warga binaan yang siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
(Red)
