Peserta Pesparawi Tanjungpinang (k/ft)
Tanjungpinang,Kepriekspres.com – Kontingen Paduan Suara Wanita (PSW) Provinsi Kepulauan Riau asal Kota Tanjungpinang mengaku mengalami penelantaran hingga gagal berangkat mengikuti ajang Pesparawi Nasional di Manokwari, Papua Barat. Mereka menyebut kegagalan tersebut dipicu dugaan penggunaan tiket bodong yang dipesan oleh pihak penyelenggara.
Menurut keterangan perwakilan kontingen, persoalan bermula saat panitia memberitahukan bahwa tiket penerbangan seluruh kontingen Kepri dari tiga kategori dengan rute Batam–Jakarta–Manokwari yang dipesan melalui LPPD Kepri ternyata bermasalah.
“Jadwal keberangkatan kami seharusnya pada Rabu, 24 Juni 2026 pukul 16.00 WIB. Namun saat kami mencoba melakukan check-in online sesuai arahan tiket, data penerbangan kami tidak ditemukan,” ujar salah seorang peserta.
Tiket tersebut diketahui dipesan melalui pihak travel yang disebut dikelola oleh Vivi dan Hendra. Menyikapi kondisi itu, para peserta langsung meminta kepada panitia LPPD Kepri agar tetap diberangkatkan karena mereka menilai kesalahan bukan berasal dari kontingen, melainkan dari pihak yang bertanggung jawab atas pengurusan tiket.
Selama dua hari, sejak 24 hingga 25 Juni 2026, kontingen terus menunggu kepastian dari pihak travel. Mereka mengaku terus menghubungi travel setiap beberapa jam untuk menanyakan perkembangan tiket.
Pihak travel kemudian menjanjikan keberangkatan pada Kamis, 25 Juni 2026. Namun hingga menjelang keberangkatan, peserta belum menerima e-ticket maupun kode booking lengkap untuk seluruh perjalanan.
Baru sekitar pukul 14.30 WIB, rombongan memperoleh kode booking penerbangan Batam menuju Jakarta. Sementara tiket lanjutan dari Jakarta ke Manokwari masih belum tersedia.
Meski demikian, rombongan tetap memutuskan berangkat ke Jakarta dengan keyakinan bahwa tiket lanjutan akan diterbitkan sebelum jadwal keberangkatan. Bahkan rombongan harus terbagi dalam dua sesi penerbangan dari Batam menuju Jakarta, yakni pukul 16.30 WIB dan 19.00 WIB.
Sesampainya di Jakarta, kepastian tiket menuju Manokwari tak kunjung diperoleh. Awalnya mereka diarahkan menggunakan maskapai Batik Air, namun kemudian diminta berpindah ke Terminal 3 untuk menggunakan Garuda Indonesia.
Setelah tiba di konter maskapai, pihak Garuda Indonesia menyampaikan bahwa waktu check-in bagasi telah ditutup. Saat petugas memeriksa kode booking yang diberikan oleh pihak travel, diketahui bahwa reservasi tersebut belum dilakukan pembayaran (unpaid), sehingga tiket tidak dapat digunakan.
“Kami sudah memohon kepada pihak maskapai agar dapat membantu, tetapi setelah dicek ternyata kode booking yang diberikan belum dibayar oleh pihak travel. Akibatnya kami dipastikan tidak bisa berangkat dan otomatis gagal mengikuti perlombaan,” ungkap perwakilan kontingen.
Kontingen kemudian mendesak pertanggungjawaban dari pihak travel atas kejadian tersebut. Namun hingga akhirnya mereka dinyatakan gagal berangkat, pihak travel disebut tidak mampu menyediakan tiket yang telah dijanjikan.
Akibat insiden tersebut, kontingen PSW Kepri asal Kota Tanjungpinang kehilangan kesempatan tampil di ajang Pesparawi Nasional, meski telah menjalani berbagai persiapan selama berbulan-bulan. Para peserta berharap ada pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang terlibat, termasuk evaluasi terhadap proses pengelolaan keberangkatan kontingen agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
(Red/Suhaimi)
