Warga Binaan Lapas Cipinang Belajar Membuat Roti, Menempa Kemandirian dan Merajut Harapan(k/ft)
JAKARTA,Kepriekspres.com — Roti bukan sekadar makanan. Di balik proses pembuatannya, tersimpan perjalanan panjang dalam menempa keterampilan, kedisiplinan, dan harapan baru bagi warga binaan.
Hal tersebut terlihat melalui kegiatan pembinaan kemandirian pada unit bimbingan kerja tata boga di Lapas Kelas I Cipinang. Melalui program ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan membuat berbagai jenis roti dengan memperhatikan kualitas, kebersihan, dan proses produksi yang baik.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Cipinang dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Tidak hanya mengejar hasil produk yang lezat dan higienis, pembinaan tata boga juga diarahkan untuk membangun mental kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, serta kemandirian.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, terus mendorong penguatan program pembinaan kepribadian dan kemandirian agar berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Menurutnya, pembinaan harus mampu memberikan bekal yang dapat diterapkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pidananya. Dengan keterampilan yang dimiliki, mereka diharapkan mampu menjadi pribadi yang produktif, mandiri, dan memiliki daya saing.
Proses pembuatan roti pun menjadi gambaran bahwa perubahan tidak terjadi secara instan. Ada proses belajar, latihan, ketekunan, hingga keberanian untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai.
Melalui program pembinaan seperti ini, Lapas Kelas I Cipinang menunjukkan bahwa di balik tembok pemasyarakatan tetap ada ruang untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan.
Setiap adonan yang diolah bukan hanya menghasilkan roti, tetapi juga menjadi bagian dari proses menempa diri dan merajut harapan baru.
Karena setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk memperbaiki diri, berkarya, dan membuktikan bahwa dirinya mampu kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.Ditjen Pemasyarakatan.Kanwil Pemasyarakatan Jakarta
(Red/suhaimi)
