SPBU batu 16 arah uban (k/ft)
BINTAN,Kepriekspres.com — Pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di salah satu SPBU yang berada di kawasan KM 16, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dihentikan sementara setelah ditemukan dugaan solar masuk ke dalam tangki penyimpanan Pertalite.Selasa 25/08/2026
Kondisi tersebut diketahui saat proses pengisian BBM berlangsung. Petugas keamanan yang berada di lokasi kemudian menyadari adanya dugaan kesalahan dalam proses pengisian dan langsung menghentikan aktivitas pengisian Pertalite sekitar pukul 08.00 WIB.
Pihak pengelola SPBU menyebut kejadian tersebut terjadi akibat human error dan bukan merupakan kesengajaan.
“Ini semuanya ketidaksengajaan, human error,” ujar pihak pengelola SPBU.
Sebelum pengisian dihentikan, setidaknya terdapat dua kendaraan yang diketahui sempat mengisi Pertalite dari tangki yang diduga telah tercampur solar tersebut.
Informasi yang diperoleh, salah satu pemilik kendaraan bahkan telah melaporkan kondisi kendaraannya kepada pihak SPBU setelah mengalami persoalan usai melakukan pengisian BBM.
Keluhan warga juga mulai bermunculan. Sejumlah kendaraan disebut mengalami gangguan setelah mengisi Pertalite di SPBU tersebut, termasuk adanya keluhan mesin kendaraan yang mengeluarkan asap.
Sampel BBM Dikirim ke Laboratorium
Pihak pengelola kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pertamina. Untuk memastikan kandungan BBM di dalam tangki, sampel bahan bakar juga telah diambil dan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian.
“Sudah kami laporkan juga masalah ini ke pihak Pertamina. Kami juga sudah mengirim sampel ke laboratorium untuk dilakukan uji,” kata pihak pengelola.
Berdasarkan keterangan sementara dari pengelola, jumlah solar yang diduga masuk ke dalam tangki Pertalite diperkirakan sekitar satu persen dari total sekitar 24 ton BBM yang telah berada di dalam tangki.
Meski demikian, kepastian mengenai kandungan dan kadar pencampuran masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pihak SPBU memastikan proses penanganan dilakukan untuk mencegah BBM yang diduga tercampur tersebut kembali didistribusikan kepada konsumen.
Penghentian sementara pengisian Pertalite juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak semakin banyak kendaraan yang terdampak.
Pengelola berharap proses pemeriksaan dan penanganan dapat segera diselesaikan sehingga pelayanan Pertalite dapat kembali normal.
“Kami berharap besok pelayanan Pertalite sudah kembali normal,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian konsumen, terutama para pemilik kendaraan yang sempat mengisi Pertalite sebelum penghentian dilakukan. Masyarakat yang merasa mengalami gangguan pada kendaraannya setelah mengisi BBM di SPBU tersebut diharapkan segera berkoordinasi dengan pihak pengelola untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Hingga hasil uji laboratorium keluar, penyebab pasti gangguan kendaraan serta kandungan BBM dalam tangki masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
(Suhaimi)
