Aksi Humanis Aipda Zulhamsyah Putra di Tanjungpinang(k/ft)
TANJUNGPINANG, Kepriekspres.com – Ada cara berbeda yang dilakukan salah seorang anggota kepolisian di Tanjungpinang dalam menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat. Bukan dengan razia kendaraan maupun penertiban, melainkan melakukan “razia perut lapar” dengan berbagi kepada warga yang membutuhkan.
Aksi sosial tersebut dilakukan oleh IPDA Zulhamsyah Putra, S.H.,CPM.Pamapta III Polresta Tanjungpinang. Momen tersebut terlihat dalam sebuah unggahan yang memperlihatkan Zulhamsyah menyerahkan makanan kepada seorang warga.
Dengan mengenakan seragam dinas kepolisian lengkap, Zulhamsyah tampak memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat. Sederhana, namun pesan yang disampaikan begitu kuat: kepolisian juga hadir melalui kepedulian dan aksi nyata.
Dalam unggahan tersebut, terdapat pesan yang menggambarkan makna dari kegiatan sosial yang dilakukannya.
“Sedekah bukan hanya tentang materi, tapi juga waktu, tenaga, dan kebaikan yang mampu kita berikan untuk menolong sesama.”
Ungkapan tersebut menjadi gambaran bahwa membantu masyarakat tidak selalu harus dalam bentuk materi. Waktu, tenaga, perhatian dan kepedulian juga menjadi bagian penting dari nilai kemanusiaan.
Istilah “razia perut lapar” pun menjadi ungkapan menarik untuk menggambarkan aksi tersebut. Jika razia pada umumnya identik dengan pemeriksaan dan penindakan, Zulhamsyah justru memilih “merazia” mereka yang membutuhkan makanan dengan cara berbagi.
Aksi sederhana ini sekaligus memperlihatkan sisi humanis seorang anggota Polri dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban. Kepedulian terhadap kondisi sosial warga juga menjadi bagian dari pengabdian yang dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Pesan sederhana dari aksi Zulhamsyah tersebut pun layak menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus menunggu menjadi orang kaya atau memiliki banyak harta. Selama ada kemauan untuk peduli, selalu ada cara untuk membantu sesama.
“Razia perut lapar” — sebuah razia tanpa sirene, tanpa tilang, tetapi membawa senyum bagi mereka yang membutuhkan.
(Penulis:Suhaimi)
