Meningkatkan Keterampilan Warga Binaan untuk Mendukung Ketahanan Pangan(foto humas lapas kelas IIA Tanjungpinang)
Bintan – Kepriekspres.com.Dalam rangka mewujudkan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang salah satu poinnya adalah Memperdayakan Warga Binaan untuk mendukung ketahanan pangan maka Lapas Kelas IIA Tanjungpinang berupaya untuk mengimplementasikan program tersebut dengan memanfaatkan lahan dan sumber daya manusia yang ada. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan maka Lapas Kelas IIA Tanjungpinang melalui Kepala Seksi Kegiatan Kerja berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan berfokus pada pengembangan pertanian sayuran organik di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Jum’at (21/02/2025).
Kunjungan penyuluh pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bintan dalam rangka untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan pegawai seksi kegiatan kerja dan warga binaan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada pegawai dan warga binaan, tetapi juga untuk memperkuat hubungan antara penyuluh, pegawai, dan warga binaan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang di wilayah binaan mereka.
Disamping itu datangnya penyuluh bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan mengenai teknik dan praktik pertanian yang ramah lingkungan; Meningkatkan pemahaman warga binaan tentang pentingnya pertanian organik dan cara menanam sayuran secara organic; Mengajarkan teknik-teknik pertanian yang tidak hanya produktif tetapi juga berkelanjutan, sehingga dapat menjaga kesehatan tanah dan lingkungan dan mendorong warga binaan Lapas untuk berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan lahan di sekitar Lapas untuk menanam sayuran organik.
Dengan demikian, kunjungan penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sangatlah penting untuk mendorong praktik pertanian sayuran organik di kalangan pegawai dan warga binaan untuk membantu meningkatkan keterampilan praktis dan juga berkontribusi pada upaya ketahanan pangan daerah.
(**)
