Lapas Cipinang Gandeng Sekolah Erudio Perkuat Kualitas Belajar(k/ft)
JAKARTA, Kepriekspres.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat kualitas pembinaan pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui penguatan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Warga Mandiri dengan menggandeng Sekolah Erudio Indonesia serta sejumlah penggiat pendidikan dari lintas komunitas.
Kolaborasi tersebut diawali dengan kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi calon tutor sebagai bagian dari persiapan pendampingan pendidikan secara intensif selama satu bulan.
Program ini diarahkan untuk membangun pola pembelajaran pendidikan kesetaraan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian ijazah, tetapi juga mampu memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan karakter, kebutuhan, serta potensi Warga Binaan.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan harus menjadi ruang bagi Warga Binaan untuk terus belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.
Menurutnya, proses pendidikan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai pemenuhan jenjang pendidikan formal, melainkan sebagai bagian penting dari proses pembentukan kapasitas dan kemandirian Warga Binaan.
“Pendidikan kesetaraan harus menjadi ruang belajar yang relevan dengan karakter, kebutuhan, dan potensi Warga Binaan,” tegas Syarpani.
Melalui ToT tersebut, para calon tutor dipersiapkan agar mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, serta bermakna. Dengan demikian, proses belajar di lingkungan Lapas diharapkan dapat mendorong Warga Binaan untuk lebih aktif menggali potensi dan mengembangkan kemampuan dirinya.
Pendampingan bersama Sekolah Erudio Indonesia dan para penggiat pendidikan ini juga menjadi bentuk sinergi antara Lapas dengan masyarakat dalam menghadirkan pembinaan yang lebih berkualitas.
Lapas Cipinang memandang bahwa keberhasilan pendidikan kesetaraan bukan semata-mata diukur dari diperolehnya ijazah, tetapi juga dari tumbuhnya kemampuan, kepercayaan diri, kreativitas, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Bukan Sekadar Mengajar, tetapi Membuka Ruang untuk Bertumbuh”, penguatan PKBM Warga Mandiri diharapkan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan pendidikan yang lebih humanis, relevan, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas I Cipinang dalam menghadirkan pemasyarakatan yang memberikan manfaat nyata melalui pembinaan dan pelayanan kepada Warga Binaan.
(Red/Suhaimi)
