Pulau Midai Pulau terdepan terancam hilang (k/ft)
Midai,Kab,Natuna, – Kepriekspres.com.Pulau terpencil yang terletak di perbatasan Thailand Dan Vietnam saat ini luput dari perhatian pemerintah kabupaten Natuna.
Bukan karena tidak penting, tetapi karena suaranya tak cukup nyaring di meja perencanaan. Midai tampaknya menjadi salah satu contoh sebuah daerah yang hadir dalam peta administratif namun perlahan memudar dalam peta perhatian kebijakan.kamis 16/10/25
Dalam peta perencanaan pembangunan daerah, setiap suara rakyat sejatinya diharapkan mendapat ruang representasi yang seimbang. Namun dalam praktiknya keseimbangan itu tidak selalu tampak. Di wilayah Dapil 2 Natuna yang meliputi Serasan, Midai dan Subi memperlihatkan arah perhatian para wakil rakyat terlihat belum merata. Berdasarkan dokumen usulan dan aspirasi yang terekam sebagian besar rencana pembangunan lebih banyak menyoroti Serasan dan Subi. Sementara Midai yang juga memiliki hak dan kebutuhan yang sama bahkan tidak tercantum dalam rancangan usulan tersebut.
Salah seorang masyarakat pulau Midai menyampaikan ke awak media Kepriekspres.com.,”Ketiadaan perhatian ini tentu menimbulkan tanda tanya. Dalam sistem perwakilan, setiap daerah di dalam satu Dapil semestinya memperoleh porsi perhatian yang proporsional. Ketika satu wilayah sama sekali tidak muncul dalam dokumen perencanaan, hal itu menunjukkan bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi potensi ketimpangan pandangan terhadap siapa yang dianggap prioritas pembangunan. Padahal, peran seorang wakil rakyat bukan hanya menyuarakan daerah asalnya, tetapi memastikan semua wilayah yang diwakilinya mendapatkan ruang pembangunan yang adil,”terangnya
Lanjutnya,Midai sendiri bukan wilayah tanpa potensi. Letaknya yang jauh dan terpencar di wilayah perbatasan membuat Midai sulit dijangkau. Sayangnya, perhatian yang datang sejauh ini masih sebatas hal-hal dasar. Belum terlihat upaya serius untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperbaiki akses transportasi, atau menguatkan sektor maritim yang jadi kekuatan utama warganya. Jika kondisi ini terus dibiarkan, Midai akan tetap tertinggal di belakang wilayah lain di Dapil yang sama. Masalah ini bukan cuma soal jarak antar pulau, tapi juga soal rasa kepedulian yang belum merata,Sudah saatnya keadilan pembangunan dipahami bukan sebagai pembagian proyek semata, melainkan tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan tidak ada wilayah yang diabaikan. Midai membutuhkan lebih dari sekadar perhatian administratif ia membutuhkan pengakuan dalam setiap rancangan kebijakan daerah. Karena sejatinya, sebuah Dapil hanya bisa disebut berhasil bila seluruh wilayah di dalamnya benar-benar diperjuangkan, bukan hanya sebagian yang tampak di peta kepentingan.tutupnya
(Suhaimi)
Sumber (masyarakat Pulau Midai
