Saat Rindu Tak Selalu Bisa Dituntaskan dengan Pelukan(k/ft)
Batam, Kepriekspres.com – Hari Raya Idulfitri identik dengan kebersamaan, saling memaafkan, serta momen hangat berkumpul bersama keluarga. Namun, tidak semua orang dapat merasakan kebahagiaan tersebut secara utuh, terutama bagi warga binaan di Rutan Kelas IIA BATAM.Minggu 22/03/2026
Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, ada rindu yang tak selalu bisa dituntaskan dengan pelukan. Ada keinginan sederhana yang tertunda—duduk bersama keluarga, menikmati hidangan Lebaran, serta berbagi cerita di hari kemenangan.
Meski demikian, keterbatasan tidak memadamkan makna Idulfitri bagi mereka. Justru, momen Lebaran menjadi ruang refleksi untuk kembali pada diri sendiri—merenungi kesalahan, memperbaiki diri, dan menata harapan ke depan.
“Lebaran bukan hanya tentang berkumpul, tetapi tentang kembali. Kembali ke hati yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih ikhlas,” menjadi gambaran yang dirasakan banyak warga binaan dalam menjalani hari raya di dalam lapas maupun rutan.
Di tengah suasana yang berbeda, rasa syukur tetap tumbuh. Warga binaan belajar menerima keadaan, sekaligus menyimpan harapan bahwa suatu hari nanti mereka dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta tanpa batas.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pemasyarakatan bukan sekadar menjalani hukuman, tetapi proses pembinaan untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Lebaran di balik jeruji mungkin tidak sempurna, namun penuh makna. Sebab di sanalah, harapan tetap hidup—menanti waktu untuk kembali pulang dan merayakan kebersamaan yang selama ini dirindukan.
(Red/suhaimi)
