Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Jajaki Pembentukan Pesantren Bersama STAIN Sultan Abdurrahman Kepri(k/ft)
Bintan,Kepriekspres.com – Dalam upaya memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang menjajaki kerja sama strategis dengan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau terkait rencana pembentukan pesantren di dalam lapas.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/4/2026) di kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap, didampingi jajaran pejabat struktural, termasuk Kepala Seksi Binadik dan Kasubsi Registrasi.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Ketua STAIN, Muhammad Faisal, beserta jajaran. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembahasan mendalam mengenai rencana kerja sama pembentukan unit pesantren bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Dalam diskusi, kedua pihak membahas berbagai aspek penting, mulai dari konsep pembinaan berbasis keagamaan, penyusunan kurikulum, hingga dukungan tenaga pendidik. Program pesantren ini diharapkan menjadi bagian dari pembinaan kerohanian yang terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan lapas.
Pihak STAIN Sultan Abdurrahman menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui penyediaan tenaga pengajar serta pengembangan literasi keislaman bagi warga binaan yang akan menjadi santri.
Kepala Lapas Narkotika Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyampaikan bahwa pembentukan pesantren ini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter warga binaan agar lebih religius dan siap kembali ke masyarakat.
“Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan moral dan spiritual bagi warga binaan, sehingga mereka memiliki bekal yang kuat saat menjalani proses reintegrasi sosial,” ujarnya.
Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal antara kedua pihak untuk menindaklanjuti rencana kerja sama dalam waktu dekat. Sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan keagamaan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam pembinaan warga binaan di wilayah Kepulauan Riau.
Dengan adanya program ini, Lapas Narkotika Tanjungpinang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek spiritual sebagai fondasi perubahan perilaku warga
(Red/suhaimi)
