Kontingen Pesparawi Tanjungpinang Merasa Dirugikan,(k/ft)
Tanjungpinang,Kepriekspres.com – Harapan membawa nama Kepulauan Riau di panggung Pesparawi tingkat nasional berubah menjadi kekecewaan mendalam. Kontingen paduan suara wanita asal Kota Tanjungpinang mengaku menjadi korban buruknya manajemen pemberangkatan hingga gagal mengikuti ajang nasional yang telah mereka persiapkan selama berbulan-bulan.(jum’t 26 Juni 2026)
Para peserta mengungkapkan, sejak 24 Juni mereka telah berangkat ke Batam sesuai arahan panitia dengan berbekal fotokopi tiket yang diberikan. Namun perjalanan mereka justru berakhir dengan ketidakpastian. Mereka mengaku terlantar mulai dari Batam hingga Jakarta tanpa kepastian keberangkatan menuju lokasi kegiatan.
“Mulai tanggal 24 kami sudah berangkat ke Batam sesuai tiket yang diberikan panitia dalam bentuk fotokopi. Namun kami justru terlantar, mulai dari Batam hingga Jakarta,” ujar salah seorang perwakilan kontingen.(Ria Ukur Rindu Tondang ,S.E )
Akibat kegagalan tersebut, para peserta mengaku mengalami kerugian materiil maupun nonmateriil. Selain biaya yang telah dikeluarkan, mereka juga kehilangan kesempatan tampil mewakili daerah pada ajang nasional yang untuk pertama kalinya diikuti kontingen dari Kepulauan Riau.
Mereka menegaskan akan meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang bertanggung jawab atas proses pemberangkatan.
“Kami akan menuntut hak-hak kami dan meminta pertanggungjawaban atas kerugian yang kami alami. Jika sejak awal kami diberangkatkan sebagaimana mestinya, tentu persoalan ini tidak akan terjadi,” tegasnya.
Meski demikian, langkah hukum belum langsung ditempuh. Kontingen akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengurus LPPD Kota Tanjungpinang untuk menentukan sikap bersama.
“Kami tidak ingin gegabah. Kami akan berdiskusi bersama tim dan pengurus LPPD Kota Tanjungpinang sebelum mengambil langkah hukum,” katanya.
Bagi para peserta, persoalan ini bukan sekadar gagal berangkat. Berbulan-bulan latihan, pengorbanan waktu, tenaga, serta harapan membawa nama daerah ke tingkat nasional sirna akibat ketidakjelasan proses pemberangkatan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia pemberangkatan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gagalnya keberangkatan kontingen. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.
(Tim/suhaimi)
