Kapal motor tenggelam di arah Utara laut Tambelan (k/ft)
Bintan – Kepriekspres.com.Kapal pompong KM Safira Jaya tenggelam di perairan arah utara sekitar 40 mil dari Pulau Tambelan, Kabupaten Bintan, Minggu (4/1/2026) dini hari. Insiden tersebut diduga akibat kebocoran pada badan kapal.
Beruntung, lima nelayan yang berada di kapal, yakni Muli Warman (40) selaku nakhoda bersama kru Iwan Kusnadi (36), El, Wahyu, dan Fadhil (44), berhasil selamat.
Kasi Humas Polres Bintan AKP H.P. Bako mengatakan, kapal diduga sudah tua dan mengalami kebocoran sebelum akhirnya tenggelam.
“Sepertinya kapal sudah tua. Diduga kapal memang sudah dalam kondisi bocor saat kejadian,” ujar AKP Bako, Selasa (6/1/2026).
Ia menjelaskan, kebocoran baru disadari ketika salah satu kru mendapati bagian depan gladak kapal telah dipenuhi air. Para kru sempat berupaya menimba air, namun tidak mampu mengatasi kondisi tersebut.
Peristiwa bermula saat KM Safira Jaya berangkat melaut pada Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah memancing di titik awal hingga pukul 12.00 WIB, kapal kemudian bergerak sejauh 17 mil untuk mencari umpan karena persediaan habis sekitar pukul 18.30 WIB.
Sekitar pukul 22.00 WIB, kapal tiba di rompon untuk menangkap umpan. Setelah itu, kapal langsung kembali menuju lokasi awal memancing.
Namun di tengah perjalanan, sekitar pukul 00.30 WIB, salah satu kru bernama El merasakan ada kejanggalan pada kapal. Setelah dilakukan pengecekan, lambung kapal sudah kemasukan air.
Para kru kembali berupaya menguras air dan membuang barang-barang untuk meringankan beban kapal, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian mengeluarkan fiber berkapasitas 1 ton sebagai alat penyelamat.
Tiga orang, yakni Muli Warman, Iwan Kusnadi, dan Wahyu, berhasil naik ke fiber. Sementara Fadhil dan El tidak sempat naik akibat angin kencang dan gelombang tinggi, namun keduanya berhasil melompat ke tutup fiber saat kapal tenggelam.
“Tiga orang yang berada di fiber berhasil diselamatkan nelayan lain pada Minggu dini hari. Sedangkan dua orang yang berada di tutup fiber baru ditemukan pada Senin pagi,” jelas AKP Bako.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.
Polres Bintan mengimbau para nelayan untuk selalu memastikan kelayakan kapal dan kondisi cuaca sebelum melaut guna mencegah kejadian serupa.
“Pastikan kapal dalam kondisi baik dan cuaca aman sebelum melaut,” tutupnya.
(**)
