Kakanwil Imigrasi Kepri Malu “Sampai Ubun-ubun”, Oknum Petugas Diduga Jadi Calo di Batam Center(k/ft)
BATAM,Kepriekspres.com. — Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau, Ujo Sutojo, mengaku sangat malu atas ulah oknum petugas Imigrasi di Pelabuhan Internasional Batam Center yang diduga terlibat praktik percaloan dan pemerasan terhadap wisatawan asing.
Kasus ini mencuat setelah media Singapura mengungkap dugaan pemerasan terhadap dua wisatawan berinisial AC dan Nay, yang dipaksa membayar hingga 250 dolar Singapura. Ujo menegaskan, tindakan oknum yang disebut sebagai “single fighter” tersebut telah mencoreng citra pariwisata Kepulauan Riau sekaligus merusak integritas pelayanan di pintu gerbang internasional.
Dari hasil penelusuran internal melalui aplikasi Molina dan rekaman CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi salah satu korban, Nay, warga negara Myanmar. Korban diketahui sempat ditahan selama kurang lebih dua jam pada 14 Maret 2026.
Modus yang digunakan yakni dengan memanfaatkan pemeriksaan dokumen, khususnya tiket pulang, untuk kemudian menggiring korban ke ruang asisten supervisor. Di lokasi tersebut, diduga terjadi negosiasi uang antara oknum petugas dan pihak eksternal.
Saat ini, Direktorat Kepatuhan Internal (Patnal) tengah melakukan pendalaman dengan memeriksa sedikitnya lima orang saksi dan personel. Pemeriksaan difokuskan untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan pihak ketiga dalam praktik ilegal tersebut.
Sebagai langkah tegas, oknum yang diduga terlibat telah dibebastugaskan sementara. Mereka terancam sanksi disiplin berat, termasuk kemungkinan pembinaan khusus di Nusa Kambangan.
Ujo Sutojo juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan wisatawan internasional. Ia memastikan ke depan pelayanan imigrasi akan bersih dari praktik pungutan liar, tip, maupun komisi.
Sebagai bentuk komitmen transparansi, pihak Imigrasi berencana menggelar press tour di area pemeriksaan Pelabuhan Batam Center. Langkah ini diharapkan dapat membuka pengawasan publik sekaligus memastikan tidak ada lagi celah bagi praktik percaloan di masa mendatang.
(Red/suhaimi)
