Petani Kopi Asal Tarempa Bangun Konsep Pertanian Berkelanjutan(k/ft)
Tarempa,Kepriekspres.com – Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, seorang petani kopi asal Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, diam-diam tengah membangun sebuah konsep pengembangan kopi yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.Selasa 25/08/2026
Selama hampir dua tahun, petani tersebut disebut telah menekuni usaha perkebunan kopi tanpa banyak diketahui masyarakat luas. Upaya itu dilakukan secara mandiri dan minim sentuhan maupun dukungan dari berbagai pihak.
Kerja keras yang dilakukan selama ini kini mulai menunjukkan arah. Tahapan yang dijalankan disebut telah memasuki fase menunggu waktu produksi serta persiapan pemasaran hasil kopi.
Kisah tersebut mendapat perhatian dari sejumlah rekan media yang menilai semangat sang petani patut diapresiasi. Di tengah tingginya biaya kebutuhan pertanian, termasuk persoalan harga pupuk yang masih menjadi tantangan bagi petani, kegigihan tersebut dianggap sebagai contoh semangat membangun daerah melalui sektor pertanian.
“Meski tak banyak yang tahu, beliau punya semangat yang mungkin banyak orang bisa menjadi petani kopi di tengah mahalnya harga pupuk bersubsidi,” ujar salah seorang rekan media.
Upaya yang dilakukan secara mandiri tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa pengembangan sektor pertanian tidak hanya membutuhkan program pemerintah, tetapi juga keberanian masyarakat untuk memulai dan mengembangkan potensi yang ada di daerah.
Kopi asal Tarempa pun diharapkan ke depan tidak hanya menjadi hasil pertanian, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Cerita tentang perjuangan petani kopi ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap semangat masyarakat yang berupaya membangun daerah dari sektor pertanian.
Dengan dukungan yang tepat, mulai dari pendampingan, pengembangan budidaya, peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran, potensi kopi lokal di Tarempa diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta membuka peluang baru bagi sektor pertanian di Kepulauan Anambas.
(Red/suhaimi)
