Nindy Harsita Putri Bangga Jadi Paskibraka Provinsi Kepri 2026(k/ft)
TANJUNGPINANG,Kepriekspres.com — Keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih prestasi. Hal itu dibuktikan Nindy Harsita Putri (16), siswi kelas XI SMA Negeri 2 Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berhasil terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026.
Nindy merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Harmani (57) dan Siti Muniroh (49). Di balik keberhasilannya menjadi salah satu putri terbaik yang dipercaya mengemban tugas negara pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, terdapat sosok ayah yang setiap hari bekerja sebagai tukang ojek pangkalan.
Harmani sehari-hari mencari nafkah sebagai pengemudi ojek di kawasan Batu Kucing, Tanjungpinang. Ia biasa mangkal di bawah pohon rindang di sekitar Jalan Batu Kucing, tepatnya di depan Bank Riau Kepri Syariah dan kawasan BTN Pamedan.
Bagi Nindy, profesi sang ayah bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Justru dari perjuangan kedua orang tuanya itulah ia belajar tentang disiplin, kerja keras, kemandirian dan tanggung jawab.
“Sejak kecil saya diajarkan untuk disiplin, bekerja keras, mandiri dan bertanggung jawab. Itu yang membuat saya semakin semangat untuk mengejar cita-cita,” ujar Nindy.
Nindy mengaku tidak pernah menyangka dirinya dapat lolos menjadi anggota Paskibraka tingkat Provinsi Kepri. Dari ratusan peserta yang mengikuti proses seleksi dari kabupaten dan kota se-Kepri, ia akhirnya dipercaya menjadi salah satu anggota Paskibraka Provinsi Kepri.
Ia juga menjadi salah satu perwakilan dari SMAN 2 Tanjungpinang dan merupakan satu-satunya siswi perempuan dari sekolah tersebut yang terpilih.
Ketekunan dan kedisiplinan Nindy dalam menjalani latihan akhirnya membuahkan hasil. Ia dipercaya bertugas dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dilaksanakan di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (17/8/2026).
Selama mengikuti pemusatan latihan Paskibraka tingkat Provinsi Kepri, Nindy mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga. Selain memperoleh wawasan baru, ia juga mendapatkan teman-teman dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepri dengan latar belakang yang beragam.
“Semua teman-teman anggota Paskibraka tingkat Kepulauan Riau mengasyikkan dan menyenangkan. Saya senang bisa mendapatkan pengalaman dan teman baru,” katanya.
Nindy juga memiliki cita-cita besar. Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, ia ingin melanjutkan pendidikan dan menjadi anggota Akademi Kepolisian (Akpol).
Ayah Terharu Melihat Putrinya
Kebanggaan juga dirasakan Harmani. Pria yang setiap hari bekerja sebagai tukang ojek pangkalan itu mengaku tak kuasa menahan haru ketika melihat putri sulungnya mengenakan seragam Paskibraka dan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Harmani mengaku tidak pernah menyangka perjuangan sederhana keluarganya dapat mengantarkan Nindy menjadi bagian dari Paskibraka tingkat Provinsi Kepri.
“Saya setiap hari ngojek di pangkalan di bawah pohon besar di Batu Kucing. Namun, anak saya Nindy bisa mengenakan seragam Paskibraka tahun 2026 dan bertugas di tingkat Provinsi Kepulauan Riau. Saya sangat bangga dan terharu,” ucap Harmani.
Sementara itu, Siti Muniroh, ibu Nindy, mengaku bersyukur atas pencapaian putrinya. Ia mengatakan sejak mengikuti proses seleksi hingga menjalani pemusatan latihan, Nindy menunjukkan semangat yang tinggi.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Saya juga terharu melihat Nindy yang begitu semangat mengikuti seluruh proses Paskibraka tingkat Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Siti dengan mata berkaca-kaca.
Perjalanan Nindy menjadi Paskibraka Provinsi Kepri menjadi kisah tersendiri bagi keluarga sederhana tersebut. Anak seorang tukang ojek pangkalan itu mampu menunjukkan bahwa latar belakang keluarga bukan penghalang untuk mengukir prestasi.
Dengan kesederhanaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, Nindy kini berdiri tegap mengenakan seragam Paskibraka di hadapan masyarakat dan para pejabat Provinsi Kepri.
Pada 17 Agustus 2026, perjuangan gadis berusia 16 tahun itu menjadi kebanggaan kedua orang tuanya sekaligus menjadi inspirasi bahwa kerja keras, disiplin dan semangat untuk meraih cita-cita dapat membuka jalan menuju prestasi.
(Red/suhaimi)
