Relawan Kemenkeu Peduli Terus Salurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak Banjir Aceh(k/ft)
Aceh, – Kepriekspres.com.Upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh terus dilakukan meski menghadapi keterbatasan akses dan kondisi medan yang sulit. Relawan Kemenkeu Peduli–Bea Cukai Lhokseumawe bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh dan Kemenkeu Satu Lhokseumawe menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (18/12).
Rombongan relawan berangkat dari Lhokseumawe sejak siang hari dengan membawa logistik menggunakan empat unit kendaraan operasional. Setibanya di Langkahan pada petang hari, tim langsung mendistribusikan bantuan ke tiga titik utama, yakni Gampong Paya Tukai, Matang Ketapang, dan Gampong Alue Dua. Distribusi berlangsung dalam kondisi penerangan terbatas karena jaringan listrik di sejumlah wilayah masih terganggu akibat banjir. Selain bantuan logistik kebutuhan dasar, relawan juga membagikan mainan kepada anak-anak sebagai bagian dari dukungan pemulihan pascabencana. Di tengah lingkungan yang masih dipenuhi lumpur sisa banjir, anak-anak terlihat antusias menerima perhatian dari relawan.
Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Lhokseumawe, Vicky Fadian, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan. “Relawan berupaya hadir langsung ke titik-titik terdampak untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan, termasuk anak-anak dan kelompok rentan,” ujarnya.
Keterangan warga di Gampong Paya Tukai dan Matang Ketapang menyebutkan bahwa saat banjir bandang terjadi, air mengalir deras dari arah persawahan dan merendam jalan hingga setinggi pinggang orang dewasa, sehingga warga mengungsi ke masjid dan meunasah. Meski sebagian aliran listrik utama mulai menyala, jaringan listrik ke area dalam kampung masih padam akibat kabel putus dan tertimbun lumpur. Sementara itu, di Gampong Alue Dua, sebagian besar rumah warga mengalami kerusakan berat hingga hanyut terbawa arus, dengan ketinggian air saat kejadian diperkirakan mencapai sekitar empat meter.
Menurut Vicky, kehadiran relawan juga diharapkan dapat memberikan dukungan moral bagi masyarakat. “Selain bantuan logistik, kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini. Proses pemulihan membutuhkan waktu dan kebersamaan,” katanya.
Sebelumnya, penyaluran bantuan juga dilakukan ke wilayah dengan akses yang masih terputus. Tim Relawan Kemenkeu Peduli–Kanwil Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Lhokseumawe mengantarkan bantuan ke Desa Seni Antara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, pada Minggu (14/11). Bantuan berupa 1,7 ton beras serta kebutuhan pokok lainnya harus melewati jalur darurat yang licin dan berlumpur. Bantuan juga disalurkan ke Aceh Tengah melalui Satpol PP Aceh Tengah dan diterima oleh Kepala Satpol PP Aceh Tengah, Hamdani, untuk didistribusikan lebih lanjut.
Dalam perjalanan, rombongan sempat tertahan akibat truk pengangkut barang terperosok di jalan berlumpur sehingga menyebabkan kemacetan selama sekitar dua jam. Bea Cukai Lhokseumawe berkoordinasi dengan personel TNI di lokasi untuk membantu evakuasi kendaraan dan mengatur arus lalu lintas. Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas warga di sejumlah titik mulai berangsur berjalan, seiring upaya bersama masyarakat dan aparat setempat membersihkan lingkungan dari sisa lumpur banjir. Upaya penyaluran bantuan terus dilakukan secara bertahap, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga hingga akses distribusi kembali normal.
(Red)
