Ratusan Massa HMI dan Warga Pesisir Demo di Dompak, Tuntut Keadilan untuk Nelayan(k/ft)
TANJUNGPINANG,Kepriekspres.com – Massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Riau–Kepulauan Riau bersama warga pesisir menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Kantor DPRD dan Kantor Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Dompak, Senin (4/5/2026).
Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Massa menyuarakan tuntutan terkait berbagai persoalan yang dinilai merugikan nelayan dan masyarakat pesisir.
Lima Tuntutan Disuarakan
Koordinator aksi, Tomi Suryadi, menyampaikan lima tuntutan utama di hadapan massa melalui mobil komando, yakni:
1.Mendesak pemerintah menjamin kesejahteraan nelayan serta transparansi dana kompensasi bagi nelayan terdampak kebijakan dan proyek.
2.Meminta peninjauan ulang proyek pembangunan Tugu Bahasa yang dinilai tidak menjadi prioritas.
3.Mendesak perhatian serius terhadap kondisi Pulau Poto, Mantang, dan Numbing.
4.Menuntut penindakan tegas terhadap perusahaan yang melanggar aturan administrasi.
5.Memperketat pengawasan terhadap praktik illegal fishing, khususnya di perairan Natuna.
Aksi sempat memanas ketika sejumlah peserta mendorong pagar pembatas, namun situasi dapat dikendalikan oleh aparat keamanan.
Sekda Kepri Tanggapi Aspirasi Massa
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Misni, turun langsung menemui perwakilan massa. Ia menyatakan pemerintah akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
“Kami akan mengarahkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri untuk menurunkan tim teknis guna menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” ujar Misni.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat.
“Dalam minggu ini, saya akan turun langsung menemui masyarakat yang terdampak. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas persoalan ini lebih lanjut,” tambahnya.
Namun, pernyataan bahwa penyelesaian tidak dapat dilakukan secara instan memicu reaksi dari massa yang menginginkan langkah konkret dan cepat dari pemerintah.
Aksi Berakhir, Massa Beri Ultimatum
Setelah berlangsung sekitar satu jam, massa membubarkan diri secara tertib pada pukul 15.00 WIB. Meski demikian, koordinator aksi menegaskan akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa lebih besar jika tuntutan tidak ditindaklanjuti dalam waktu dekat.
Sementara itu, perwakilan nelayan pesisir, Mustafa Bisri Al’amin, mengapresiasi dukungan mahasiswa terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.
“Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menjawab tuntutan yang telah disampaikan,” ujarnya.
Pengamanan aksi melibatkan personel gabungan dari Polda Kepri dan Polresta Tanjungpinang. Arus lalu lintas di kawasan Dompak sempat ditutup sementara selama aksi berlangsung.
(Red/suhaimi)
