Karutan Balikpapan Temui Dinkes(k/ft)
BALIKPAPAN, KEPRI EKSPRES.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Balikpapan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan koordinasi Rutan Kelas IIA Balikpapan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan dipimpin langsung Kepala Rutan Balikpapan, Andre Silalahi, didampingi Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, dokter, serta perawat Klinik Rutan Balikpapan. Rombongan diterima langsung Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah hal terkait penyelenggaraan pelayanan kesehatan di lingkungan Rutan. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas layanan kesehatan, koordinasi dengan fasilitas kesehatan, hingga langkah preventif dan promotif untuk menjaga kondisi kesehatan warga binaan.
Kepala Rutan Balikpapan, Andre Silalahi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam pemenuhan hak warga binaan.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat dengan instansi terkait agar pelayanan kesehatan di Rutan dapat berjalan secara optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap melalui koordinasi dan sinergi dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, pelayanan kesehatan di Rutan Balikpapan dapat terus ditingkatkan, sehingga kebutuhan kesehatan warga binaan dapat ditangani dengan baik dan sesuai ketentuan,” ujar Andre.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, menyambut baik kunjungan dan koordinasi yang dilakukan jajaran Rutan Balikpapan.
Sinergi antara Rutan dan Dinas Kesehatan dinilai penting untuk mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan warga binaan, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Rutan Balikpapan dalam memperkuat kerja sama lintas sektor, khususnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang optimal, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan.
(Red/Suhaimi)
