WARGA BINAAN KATOLIK RUTAN TANJUNGPINANG PERKUAT IMAN DAN REFLEKSI DIRI(k/ft)
Tanjungpinang, Kepriekspres.com – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Katolik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang mengikuti ibadah Misa Pra-Paskah yang diselenggarakan bekerjasama dengan Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Tanjungpinang yang dilaksanakan di Aula Rutan Kelas I Tanjungpinang, Selasa (10/03/2026).
Ibadah Misa Pra-Paskah tersebut dipimpin oleh Romo Antonius Wahyu Pradana dan diikuti dengan penuh khidmat oleh para warga binaan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan kerohanian bagi WBP agar tetap dapat menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing, meskipun sedang menjalani masa pidana.
Dalam khotbahnya, Romo Antonius Wahyu Pradana mengajak para warga binaan untuk memaknai masa Pra-Paskah sebagai momentum refleksi iman dan pertobatan. Melalui perenungan perjalanan penderitaan Yesus Kristus di jalan Via Dolorosa, para WBP diajak untuk merenungkan makna pengorbanan, kesabaran, serta memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Alanta Imanuel Ketaren, yang turut mengikuti ibadah tersebut menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Misa Pra-Paskah di lingkungan Rutan.
“Melalui kegiatan ibadah ini, kami berharap para warga binaan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual, memperdalam iman, serta menjadikannya sebagai bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya,” ujar Alanta.
Turut hadir kegiatan tersebut, ibu Maria Riatiningsih Trisbudi Presidium 1 dan ketua cabang WKRI HSMTB Tanjungpinang, ibu Benedikta Fransisca yang memberikan dukungan serta semangat kepada para warga binaan agar tetap menjaga iman dan harapan dalam menjalani proses pembinaan di dalam rutan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Rutan Kelas I Tanjungpinang dalam memberikan pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya di bidang kerohanian, guna membentuk pribadi yang lebih baik serta siap kembali ke tengah masyarakat.
(Red/suhaimi)
