Ikatan mahasiswa pulau Midai(IMPM)k/ft
Midai,Kabupaten Natuna – Kepriekspres.com.Ditengah maraknya kapal asing masuk ke perairan Indonesia khususnya Natuna,dengan leluasa mereka menjarah hasil laut sehingga nelayan lokal tepaksa Menepi.Kamis,(29/05/2025)
Ketika Aparat penegak hukum dinilai lamban menanganinya.Ikatan Mahasiswa Pulau Midai (IMPM)tidak tinggal diam,Meraka bangkit sebagai suara alternatif,menggugat keadilan, menuntut perlindungan nyata dan menolak normalisasi pencurian sumber daya laut didepan mata,
Krisis perikanan bukan hanya ancaman ekonomi, melainkan cerminan lemahnya keberpihakan negara terhadap rakyat pesisir. Dan di tengah kegamangan itu, mahasiswa hadir sebagai oposisi moral yang berani bersuara ketika yang lain memilih bungkam.
Diketuai oleh Satrio Avriangga menggelar diskusi intensif dengan mengangkat tema (“Kepedulian Mahasiswa Terhadap Krisis Perikanan di Natuna: Antara Aksi dan Advokasi”).
Acara ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk menyuarakan keprihatinan sekaligus menyuarakan langkah nyata dalam menghadapi tantangan yang dihadapi para nelayan di Natuna. Melalui dialog terbuka dengan mahasiswa Natuna, IMPM menyoroti berbagai aspek krisis perikanan mulai dari praktek illegal fishing yang merajalela hingga lemahnya pengawasan dan perlindungan terhadap sumber daya laut. Diskusi ini tidak hanya berhenti pada pemaparan masalah, tetapi juga berfokus pada rekomendasi aksi dan advokasi yang dapat di implementasikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah demi menjaga kedaulatan laut dan kesejahteraan nelayan natuna.
Hasil dari diskusi ini menunjukkan bahwa krisis perikanan di Natuna tidak bisa di selesaikan hanya dengan pendekatan parsial. Para peserta sepakat bahwa diperlukan sinergi antara edukasi kepada masyarakat nelayan, penguatan pengawasan laut serta dorongan kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Ikatan Mahasiswa Pulau Midai (IMPM) merancang beberpa langkah konkret dimulai dari menginisiasi program edukasi tentang praktik perikanan berkelanjutan. Selain itu, IMPM berkomitmen untuk menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dengan melakukan advokasi secara rutin termasuk menyuarakan tuntutan melalui media sosial, diskusi publik dan dialog langsung dengan aparat terkait. Dengan langkah-langkah ini, mahasiswa berharap dapat memperkuat posisi nelayan Natuna sekaligus menjaga kedaulatan dan kelestarian laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
(Sumber//IMPM)
