Ka. KPR Rutan Batam beserta Jajaran Melakukan Kontrol Seputaran Branggang(foto humas rutan kelas IIA Batam)
Batam – Kepriekspres.com.Menjelang bulan suci Ramadhan, Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam semakin memperketat pengawasan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan. Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Batam, Purwo Aji Prasetyo, bersama jajaran melaksanakan kontrol keliling di seputaran branggang pada Jumat (28/02). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam deteksi dini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di rutan.
Dalam kegiatan ini, Ka. KPR beserta beserta jajaran melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap berbagai titik rawan di area Rutan. Pemeriksaan tersebut mencakup pengecekan fasilitas pengamanan seperti pagar, teralis besi, dan drainase guna memastikan semua dalam kondisi optimal dan berfungsi dengan baik. Fokus utama kegiatan ini adalah mengidentifikasi potensi risiko yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Rutan.
Purwo Aji Prasetyo menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan gangguan keamanan. “Melalui kontrol ini, kami berharap dapat mengidentifikasi potensi risiko lebih awal sehingga tindakan pencegahan dan penanganan dapat segera dilakukan secara efektif,” ujar Purwo Aji. Ia juga menambahkan bahwa pengawasan intensif ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban bagi seluruh warga binaan, terutama selama pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan.
Selain melakukan pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi jajaran pengamanan untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Rutan Kelas IIA Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas dan kualitas kegiatan pengawasan demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi warga binaan serta seluruh petugas yang bertugas.
Dengan adanya langkah preventif ini, diharapkan Rutan Kelas IIA Batam dapat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, sehingga warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
(**)
