Dorong Mahasiswa Magang Belajar Lewat Praktik dan Berkontribusi(k/ft)
JAKARTA,Kepriekspres.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus mendorong pelaksanaan program magang yang tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pengamat, tetapi juga memberikan ruang untuk belajar, bekerja, sekaligus berkontribusi secara langsung dalam lingkungan kerja pemasyarakatan.
Selama satu bulan, mahasiswa Universitas Jayabaya terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bersama Tim Komunikasi Publik Lapas Kelas I Cipinang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik sekaligus transfer pengetahuan antara mahasiswa dan jajaran pemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam sejumlah kegiatan, mulai dari monitoring isu, produksi konten, pelayanan kepada masyarakat, hingga pelaporan dan komunikasi kelembagaan.
Keterlibatan langsung tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai dinamika pekerjaan, khususnya dalam bidang komunikasi publik di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa kegiatan magang harus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membutuhkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga kesempatan untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi kerja yang sebenarnya.
Di sisi lain, mahasiswa juga diberikan ruang untuk menyampaikan ide, gagasan, serta perspektif baru selama mengikuti program magang.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman nyata sekaligus ruang untuk menyampaikan gagasan. Mereka memperoleh pembelajaran, sementara organisasi juga mendapatkan perspektif dan energi baru dari generasi muda,” demikian penekanan dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, pola magang berbasis praktik dapat menciptakan proses pembelajaran dua arah. Mahasiswa mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, sedangkan organisasi dapat memperoleh masukan serta sudut pandang yang berbeda dari generasi muda.
Sebagai bagian dari evaluasi program, mahasiswa Universitas Jayabaya kemudian memaparkan hasil pembelajaran yang diperoleh selama menjalani magang di Lapas Kelas I Cipinang.
Pemaparan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk merefleksikan pengalaman selama berada di lingkungan kerja, sekaligus mengevaluasi berbagai kegiatan yang telah mereka ikuti.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas I Cipinang dalam membuka ruang pembelajaran dan kolaborasi dengan institusi pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, magang diharapkan tidak berhenti pada aktivitas mengamati pekerjaan, tetapi berkembang menjadi proses belajar melalui praktik, berbagi pengetahuan, serta memberikan kontribusi sesuai kapasitas mahasiswa.
Belajar dari praktik, berbagi pengetahuan, dan tumbuh bersama menjadi semangat yang diusung dalam pelaksanaan program magang mahasiswa Universitas Jayabaya di Lapas Kelas I Cipinang.
Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Lapas Kelas I Cipinang dalam mendukung pembelajaran generasi muda serta menghadirkan pemasyarakatan yang memberikan manfaat melalui kerja nyata dan pelayanan prima.
(Red/suhaimi)
