Lapas Cipinang Perkuat Pembinaan Spiritual dan Karakter Warga Binaan(k/ft)
JAKARTA, Kepriekspres.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan spiritual, karakter, serta kesiapan sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi diri dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan harus mampu memberikan dampak nyata terhadap perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan.
Menurutnya, pembinaan spiritual tidak boleh berhenti pada aspek ritual semata. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat tumbuh menjadi kesadaran dalam memperbaiki hati, sikap, serta meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjalani kehidupan.
“Pembinaan keagamaan tidak boleh berhenti pada ritual. Keteladanan Rasulullah harus tumbuh menjadi kesadaran untuk memperbaiki hati, sikap, dan tanggung jawab dalam menjalani kehidupan,” tegas Dr. Syarpani.
Ia menyampaikan, pembinaan spiritual merupakan salah satu bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Dengan penguatan nilai-nilai keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal mental dan karakter yang lebih baik ketika nantinya kembali berkumpul bersama keluarga dan berinteraksi di tengah masyarakat.
Momentum Maulid Nabi juga menjadi ruang untuk mengajak Warga Binaan melakukan introspeksi serta membangun tekad untuk meninggalkan perilaku masa lalu yang kurang baik.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, Warga Binaan didorong untuk terus memperbaiki diri, membangun hubungan sosial yang lebih positif, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.
“Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai yang diperoleh dalam pembinaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan diwujudkan melalui sikap serta perilaku yang lebih baik,” ujar Dr. Syarpani.
Lapas Kelas I Cipinang terus mendorong agar setiap program pembinaan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan. Pembinaan kepribadian dan spiritual diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membentuk pribadi yang lebih bertanggung jawab dan siap kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan “Menguatkan Hati, Memperbaiki Diri, Menjemput Kehidupan yang Lebih Baik.”
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi salah satu bagian dari komitmen Lapas Kelas I Cipinang dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan Warga Binaan agar mampu menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
