Kepala Staf Kepresidenan Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Kawasan Pembinaan Produktif(k/ft)
NUSAKAMBANGAN,Kepriekspres.com – Transformasi Pulau Nusakambangan sebagai kawasan pembinaan produktif terus menunjukkan hasil yang positif. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) dalam mengoptimalkan Nusakambangan menjadi pusat pembinaan yang produktif, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Dudung saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan untuk meninjau secara langsung berbagai program pembinaan kemandirian yang dijalankan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Dalam kunjungan itu, Dudung melihat berbagai sektor pembinaan yang telah dikembangkan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga berbagai unit produksi yang turut mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, perubahan yang terjadi di Nusakambangan menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga memberikan pembinaan yang mampu membentuk warga binaan menjadi pribadi yang produktif melalui pemberian keterampilan, pembentukan etos kerja, serta persiapan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.
Transformasi Nusakambangan merupakan bagian dari komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan sistem pembinaan yang modern, humanis, dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pembinaan yang terarah, warga binaan dibekali kemampuan dan keterampilan agar memiliki bekal hidup setelah menyelesaikan masa pidananya.
Program pembinaan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian warga binaan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan sumber daya manusia.
Dengan transformasi yang terus berjalan, Nusakambangan kini tidak hanya dikenal sebagai kawasan lembaga pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pembinaan produktif yang mengedepankan rehabilitasi, pemberdayaan, dan pembentukan karakter warga binaan agar siap kembali menjadi bagian dari masyarakat.
(Suhaimi)
