Proyek Semenisasi Jalan di Toapaya Selatan Dikeluhkan Warga(k/ft)
BINTAN, KepriEkspres.com – Proyek pembangunan jalan semenisasi dan buras jalan gang Garuda I RT 05/RW 02, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, menuai sorotan dari sejumlah warga setempat. Warga menduga pekerjaan yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Bintan Tahun 2026 tersebut tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Jumat (5/6/2026), proyek yang berada di bawah pengawasan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bintan itu memiliki nilai anggaran sebesar Rp169.617.000 dengan pelaksana CV Rizqy Anugrah dan konsultan pengawas CV Jaya Nusantara Engineering Consultant. Papan proyek juga mencantumkan masa pelaksanaan selama 45 hari kalender.
Salah seorang warga berinisial D mengaku menemukan sejumlah kejanggalan sejak awal pelaksanaan pekerjaan.
“Dari awal pekerjaan proyek tersebut sudah banyak yang tidak sesuai aturan. Seharusnya sebelum dilakukan pengecoran atau penyiraman semen, kondisi jalan terlebih dahulu disesuaikan ketinggiannya. Selain itu, besi yang digunakan juga diduga tidak sesuai dengan perencanaan yang tertuang dalam RAB,” ujar D kepada KepriEkspres.com.
Menurutnya, hasil pekerjaan di lapangan menunjukkan permukaan jalan yang tidak rata. Bahkan, beberapa bagian jalan disebut telah mengalami keretakan meskipun pekerjaan belum lama dilaksanakan.
“Dari pantauan kami, ketinggian sisi jalan dan bagian tengah jalan tidak sama. Selain itu, sudah terlihat banyak keretakan pada badan jalan. Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan yang dilakukan,” tambahnya.
D juga mengungkapkan bahwa keluhan tersebut pernah disampaikan kepada pihak konsultan pengawas yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada tindak lanjut maupun respons yang memuaskan dari pihak terkait.
“Kami sudah menyampaikan temuan-temuan itu kepada konsultan sebagai penanggung jawab pengawasan, tetapi tidak ada tanggapan,” katanya.
Warga berharap Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bintan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta evaluasi terhadap kualitas pekerjaan yang sedang berlangsung. Mereka meminta agar proyek yang menggunakan uang negara dikerjakan sesuai standar teknis sehingga hasilnya dapat bertahan lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun konsultan pengawas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan yang disampaikan warga.
(Red/suhaimi)
